Sabtu, 20 Oktober 2012

Mengapa Tak Sesuai Harapanku?

Sejak saat itu, entah mengapa bibir ini jadi sulit untuk membuka. Aku heran, mengapa terlalu kuat sampai-sampai aku tak bisa membukanya? Berhari-hari, berminggu-minggu, kiraku sudah mulai terbuka,tapi belum. Sungguh, aku tak tahu harus melakukan apa lagi. Aku sudah kehabisan cara. Aku pasrah.

Selanjutnya, mataku. Entah mengapa mataku sulit untuk mengeluarkan tetesan-tetesan air sebening embun pagi. Tak seperti biasanya, begitu mudah aku menjatuhkannya. Aku takut. Takut jika rasa ini mulai pudar. Takut jika memang rasa ini bukan seutuhnya yang kuberikan. Takut jika aku benar-benar ingin melupakannya.

Seharusnya aku bahagia. Bukankah seperti ini yang selalu aku inginkan? Bukankah aku selalu menantikan memiliki perasaan seperti ini? Tapi mengapa berbeda? Mengapa? Seharusnya aku bangga karena aku sudah mampu mengontrol diriku sendiri untuk tidak memiliki perasaan yang berlebihan. Mengapa tak sesuai inginku? Mengapa tak sesuai harapanku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar