Sabtu, 07 November 2015

Pada Musim Hujan Mengapa Setiap Orang Jatuh Cinta?

Mereka begitu bahagia di hari pertama musim hujan. Atau ada yang merasa sedih karena hujan turun? Entah. Yang kutahu. di setiap tetes air hujan menyimpan berjuta kenangan. Aku yakin, lebih banyak mereka yang bahagia saat hujan turun. 

"Tak pernah terbayangkan hal ini terjadi padaku. Yang menemukanmu pada musim hujan"
Begitukah seharusnya yang didengar olehmu? Lebih baik tidak usah mendegar apapun tentang ini, setuju?

Awalnya diri ini biasa saja. Hari demi hari, minggu demi minggu...
Semua berubah. Sampai pada waktu dimana harus berbicara denganmu. 

"Pikiranku ternyata salah, dirimu jauh lebih baik daripada yang kukira." 
Kemudian, simpati datang kepadaku. Lalu kita bertemu kembali, tapi maaf....aku merasa tidak nyaman dengan semua ini. Akhirnya kuputuskan untuk kembali dengan sikapku yang awal.

Aneh? Ya. Aku pun berpikir begitu.
Entah aku yang masih labil atau semua sudah direncanakan-Nya seperti ini?
Who knows?
Aku hanya bisa menjalankannya dengan sepenuh hati. 

Tiba-tiba, ada yang tidak beres dengan diriku. Aku bertanya-tanya sendiri.
"Mengapa senang tiba saat dirimu memanggil namaku?"
"Mengapa aku terdiam saat bertemu denganmu?"
"Mengapa semua ini terjadi?"

Sekarang dirimu mulai terbayang-bayang olehku. Tak seharusnya seperti ini, aku tahu...
Maafkan aku menyembunyikan perasaan yang membingungkan ini.
Akan kukunci di suatu tempat tanpa ada seorangpun yang tahu.

Pada musim hujan mengapa setiap orang jatuh cinta?

"Apakah termasuk diriku?"



Lovember




Inspired: Aru Aki no Hi no Koto

Kamis, 27 Agustus 2015

Berjuang Untuk Masa Depan

Sebelum aku kembali memasuki semester baru, aku harus menyelesaikan 1 postinganku hari ini. Soalnya kalo ditunda, takut lupa hahaha. Syukurlah ada ide yang terlintas dipikiranku, susah ya nyari ide secepat mungkin, padahal aku lagi bersemangat nih. (tumben!)

Minggu ini, kampusku sedang melaksanakan ospek untuk maba (mahasiswa baru), jadi ingat bagaimana dulu sebelum jadi maba. Boleh ya cerita sedikit?

Siapa sih yang gak mau keterima lewat jalur rapor? Atau ada yang gak mau keterima lewat jalur sbmptn? Waaah, sini siapa orangnya? Kalo aku? Aku mau banget tuh. Banget! Dulu, hampir setiap hari aku ngerjain soal-soal sampai dini hari. Sebenernya mulai dari malam sih, soalnya aku merasa nyaman dan tenang kalo belajar di malam hari. Semua orang sudah terlelap di kamarnya masing-masing, jadi tidak ada yang menggangguku, kecuali...... ya diriku sendiri :D

Aku termasuk orang yang sering berkhayal, "bagaimana nanti jika aku menjadi bagian dari universitas dan fakultas yang aku impikan?" Sudah terbayang semuanya di dalam benakku. Antara kepedean sama optimis sih, iya kan?


Skip aja ya sampai....hari dimana ujian sbmptn baru saja selesai


Ketika aku keluar dari ruanganku, lorong sekolah sudah dipenuhi suara para peserta. Mereka pasti sedang mencurahkan segala perasaan saat bertarung di dalam ruangan tadi. Aku juga sama! Tapi, aku keluar sendirian, teman-temanku yang lain entah berada dimana, jadi, aku simpan saja sendiri. Saat aku selesai sms Ayah untuk menjemputku, aku mendengar percakapan 2 perempuan,

"Gue tadi Mat-Dasnya cuma isi 5 nih"
"Gue juga Fisikanya cuma isi 4"

Aku terdiam. Mereka yang hebat saja masih merasa belum puas. Bagaimana aku? Apa kabar diriku?
Untung saja, Ayah sudah datang, jadi tidak perlu memikirkannya lagi.

Hari pengumuman

Aku penasaran, tapi takut. Takut tidak sesuai dengan angan-anganku selama ini. Takut jika aku mengecewakan kedua orangtuaku, keluargaku, teman-temanku, dan satu lagi....diriku sendiri. Jreng jreng jreeeeeng, sudah tahu kan jawabannya? Firasatku benar, huh, aku sih optimis banget kalo firasatku benar, gak boleh gini lagi deh!



Bersambung....

Jumat, 10 Juli 2015

Surat Untuk Tropis (2)

Tropis....

Apa kabar dirimu? Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, sampai-sampai aku sudah memasuki semester baru di kampusku. Studimu bagaimana? Lancar, 'kan?

Oiya, tertiba aku ingat percakapan kita di sekolah ketika kita masih memakai seragam untuk terakhir kalinya sebagai murid sekolah, cukup singkat, mungkin bisa dibilang bukan percakapan, karena hanya aku yang melontarkan pertanyaan kepadamu.

"Kamu melihat anak perempuan yang berlari lewat sini?" tanyaku.
"Kurasa tidak." jawabmu sambil melihat ke arahku.
"Baiklah, terima kasih." ucapku, singkat.

Akupun berlari mencari anak perempuan itu. Dirimu berjalan ke pintu gerbang. Tak kusangka itu adalah pertemuan terakhir kita di sekolah. Apakah kamu masih mengingatnya? Kuharap jawabanmu, iya.

Kalau mulut ini berani berbicara di depanmu, mungkin aku sudah berkali-kali bilang "aku merindukanmu".
Kalau kaki ini berani menghampirimu, mungkin aku sudah mengunjungimu di sana.
Tetapi, hanya mata ini yang mampu melihatmu dengan jarak yang tak hingga, bukan melihat langsung, melainkan melihat kumpulan fotomu.

Sekali lagi, cepat kembali ya dan jangan lupa balas suratku :)




Salam rindu,
Senja♥

Senin, 22 Desember 2014

Akhir Kisah DORAEMON



Hai, lama ya gak nge-post di sini. sekarang kan lagi heboh film doraemon "Stand by Me Doraemon" (STAND BY ME ドラえもん) ini sedikit cerita yang kudapat beberapa tahun lalu sebelum film ini muncul. Yuk kita lihat bagaimana ceritanya! :)







Dia dikirim untuk menolong Nobita agar keturunan Nobita dapat menikmati kesuksesannya daripada harus menderita dari utang finansial - yang akan terjadi di masa depan- yang disebabkan karena kebodohan Nobita.

Nobita, setelah gagal dalam ulangan sekolahnya atau setelah diganggu oleh Giant dan Suneo, akan selalu mendatangi Doraemon untuk memint bantuannya. Doraemon kemudian biasanya akan membantu Nobita dengan menggunakan peralatan-peralatan canggih dari kantong ajaibnya;
Peralatan yang sering digunakan misalnya “baling-baling bambu” dan “pintu kemana saja”. Sering kali, Nobita berbuat terlalu jauh dalam menggunakan peralatannya dan malah terjerumus ke dalam masalah yang lebih besar.

Lalu timbul pertanyaan? Apakah Nobita akan terus menjadi anak kelas 5 SD dan erita Doraemon ini akan begitu-begitu saja?

Karena pengarangnya sudah meninggal, pertanyaan ini pun tak bisa terjawab secara pasti. Namun, di internet sudah lama beredar spekulasi tentang akhir cerita Doraemon ini. Berikut ini adalah salah satu versinya. (Dalam komik yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)






Ringkasan Cerita: Diceritakan suatu hari, Nobita pulang ke rumah dan merengek-rengek mengadu ke Doraemon. Tapi tak lama, ia menyadari ada sesuatu yang salah dengan Doraemon; robot kesayangannya itu hanya diam dan tak menjawab keluhannya. Ia pun segera menelepon Dorami, adik Doraemon, dan meminta petunjuk darinya. Dorami kemudian memberi tahu bahwa baterai milik Doraemon habis. Lebih jauh lagi, Dorami menjelaskan bahwa robot kucing versi lama seperti Doraemon seharusnya memiliki cadangan baterai pendukung memori di bagian telinga, tetapi karena Doraemon telah kehilangan telinganya, ia tidak memiliki tenaga cadangan untuk menyimpan memori dan ingatannya. Satu-satunya cara untuk menghidupkan kembali Doraemon adalah dengan mengganti baterainya, namun itu berarti Doraemon akan kehilangan seluruh ingatan tentang diri dan kawan-kawannya; termasuk tentang Nobita. 



Disaat bersamaan, polisi-waktu membuat peraturan baru dan melarang adanya "perjalanan waktu" dan menghalangi Nobita yang berusaha membawa Doraemon untuk diperbaiki di masa depan. Dorami kemudian memberikan pilihan: nekat menerobos polisi-waktu, memperbaiki Doraemon di masa depan dan menghapus ingatannya atau menunggu seseorang dari masa depan datang dan memperbaiki Doraemon; Nobita memilih cara kedua. Nobita —yang sangat kehilangan Doraemon— kemudian berjanji untuk belajar keras demi Doraemon. Usaha Nobita berhasil, tiga tahun kemudian Nobita lulus SMA dengan nilai terbaik dan menjadi seseorang yang sangat populer di sekolahnya. Meskipun demikian, sifat Nobita yang ceria dan optimistik hilang, ia menjadi seorang kutubuku yang selalu menyendiri. Dua puluh sembilan tahun kemudian, diceritakan Dekisugi yang telah menjadi presiden Jepang, mengadakan reuni dengan Suneo dan Jaian. Ketiganya membahas mengenai masalah tentang "hilangnya" Doraemon dan tentang Time Paradox; sebuah teori yang menjelaskan bahwa sejarah dunia dapat berubah dengan diciptakannya mesin waktu. dan dari percakapan itulah terpapar alasan kenapa patroli waktu tak memberikan ijin nobita untuk memperbaiki Doraemon di masa depan, karena Nobita itu sendiri yang menciptakan Doraemon. Setelah diperbaiki, doraemon menjadi mempunyai telinga dan berwarna kuning, dipeluknya erat-erat Doraemon. Dan mereka hidup bahagia selamanya


Sumber: http://niponk.blogspot.com/2011/12/beginilah-akhir-kisah-doraemon.html#ixzz1i6HzniGt
(edited by me) -N.A

Minggu, 24 Maret 2013

Antara Kamu dengan Mereka

Kamu...
Ketika kamu membutuhkan mereka, mereka enggan menyapamu, tersenyum padamu.
Tapi ketika mereka membutuhkanmu, apakah kamu sanggup mengabaikan mereka?
Bahkan, senyumanmu selalu hadir ketika mereka menyapa.

Saat kamu terjatuh, apakah mereka berusaha membantumu untuk bangkit?
Sedangkan saat mereka berkali-kali terpuruk, kamu selalu memberi semangat kepada mereka.
Mereka sering sekali mencibirmu. Kamu? Jangan seperti mereka ya.
Kamu memang tak bisa hidup tanpa mereka. Tapi bisakah mereka hidup tanpamu?

Kamu itu karang ditengah lautan. Mereka itu air laut.
Kamu itu listrik disetiap gedung. Mereka itu gedung.
Tapi ingat, buatku kamu itu oksigen. Jadi siapapun butuh kamu.
Aku, mereka dan semuanya butuh kamu.

Tidak adil. Ya. Aku tau kok.
Tapi kamu bisa apa? Marah-marah? Gak high class kan :)
Tetaplah tersenyum, walaupun air matamu jatuh.

Tetaplah berdiri tegak, karena kamu kekuatanku.