Rabu, 13 November 2019

A letter

Dulu aku pernah bilang kalau musim hujan itu, musimnya jatuh hati
Tapi bolehkah jika sekarang aku menghapusnya?
Rintik air hujan yang serupa dengan rintihan suara hati
Genangan air yang serupa dengan air mata

Karenanya tidak ada yang tahu masa depan
Hiduplah seolah ini hari terakhirmu
Hari terakhir dalam berjuang
Dan juga berharap

Walaupun harapan yang tinggi itu menyakitkan jika tak sesuai kenyataan
Aku tetap akan mengatakan “berharaplah setinggi bintang di langit”
Karena tujuanmu tinggi, usahamu juga harus besar
Kalau pun jatuh, tak apa.. kamu sudah mencoba dan aku bangga akan hal itu

Anggaplah ini sebagai kerikil tajam yang akan membantumu kuat di masa depan
Anggaplah ini ombak yang besar agar kamu tak takut berlayar
Tapi tak mengapa jika kamu anggap semua ini akan menghentikanmu
Jika kamu anggap semua ini sebagai bencana bagimu

Aku percaya kamu pasti bisa melalui semua ini
Bisa jadi pribadi yang lebih baik lagi
Sangat baik bahkan menurutku
Pesanku, lakukan apa kata hati kecilmu bilang

Terima kasih karena sudah kuat dalam menjalani hidup ini
Terima kasih atas usahanya selama ini
Terima kasih ya....

Senin, 23 September 2019

Night changes

Ada kalanya untuk tidak bersama
Mungkin ini salah satu jalan
Ada kalanya untuk berdiri sendiri
Mungkin ini adalah jawaban

Tidak..
Bukannya ingin sok tahu atau apa
Hanya saja hal itu terus mengganggu

Karena mungkin tidak pantas
Karena mungkin tidak cocok
Dan mungkin bukan saat yang tepat

Sulit dimengerti?
Ya... aku juga

Sebenarnya ada banyak pertanyaan
Hanya saja akan kusimpan
Tidak aku sampaikan
Lebih baik begitu, bukan?

Rabu, 04 September 2019

Welcome Back

Assalamu’alaikum..

Tak disangka sudah hampir 2 tahun aku tidak menulis di sini lagi. Aku baru saja membuka semua post yang ada di blog ini, ternyata waktu berlalu begitu cepat ya? Tiba-tiba rindu masa-masa sekolah dulu, main, berorganisasi, ikut lomba, jalan-jalan, semua deh pokoknya. Pantas saja orang-orang pernah bilang “manfaatkan masa mudamu sebelum terlambat” karena kita ga akan bisa balik lagi ke masa lalu. 

Mau berbagi cerita di sini tapi entah cerita apa. Rasanya lebih sulit membagikan cerita-cerita sekarang daripada saat dulu sekolah. Pengen deh konsisten nulis di sini lagi, minimal sebulan sekali mungkin ya? Kita liat aja kelanjutannya gimana? Hehehe aku aja ragu. 

Kiranya sampai di sini dulu, semoga lain waktu aku bisa membagikan cerita-ceritaku di sini. Anyeong!

Kamis, 21 September 2017

Unexpressed Words

Sepertinya sudah lama sekali tidak berbicara padamu. Bahkan untuk sekedar saling bertegur sapa pun tidak. Siang itu, tanpa kusadari diriku memanggil namamu dan mengajakmu berbicara. Ya, berbicara singkat. Tapi syukurlah, aku tidak melakukan hal-hal aneh di depanmu.

"Pertengahan tahun ini sangat mengagetkan, kurasa. Ya memang kita dihadapi dengan segala macam kemungkinan. Belajar, bermain, membagi waktu, olahraga, dan tidur! Jangan lupakan waktu untuk tidur ya! Oh ya, boleh aku bercerita? Walaupun rasanya banyak jam kosong tapi aku merasa tidak punya jam kosong. Membingungkan ya? Entahlah, mungkin karena tahun depan akan menghadapi dunia baru (co-ass life). Padahal masih setahun lagi ya 😅 Persiapanmu bagaimana? Kuharap sudah matang juga. Aku pernah membaca sebuah kalimat, isinya kira-kira seperti ini "Mimpimu ada pada 1mm di ujung jarimu". Sangat dekat, kan? Itu menjadi salah satu kalimat favoritku ketika aku merasa 'jatuh'. Tapi jika dirimu juga mengalami hal yang sekiranya sama denganku, ingatlah kalimat tadi (walaupun dirimu sudah punya kalimat penyemangat sendiri). Tidak ada salahnya dicoba kan? Semoga dengan begitu dirimu bisa cepat bangkit dan kita bisa mewujudkan mimpi-mimpi kita masing-masing. Aku ingin berterima kasih padamu, saat disela-sela jam yang menegangkan untukku dirimu mencairkan suasana dengan ucapan konyolmu, saat harus berhadapan dengan alat besar yang menyeramkan, dan membagi ilmu denganku. Terima kasih ya!"

Jikalau bisa kuungkapkan semua itu, kira-kira jawabanmu seperti apa ya?

Senin, 17 Juli 2017

Hari Pertama

Hari pertama setelah liburan usai
Adalah saat dimana bertemu dirimu
Yang sudah menghilang dari pandanganku

Langkahku, aku percepat sesekali karena hari ini adalah hari yang kutunggu

Hembusan angin yang meniup dedaunan
Bahkan sampai suara kendaraan yang melaju
Membuatku semakin ingin terus berlari

Sudah lama kita tidak berjumpa
Sekarang adalah waktunya
Iya, kan?

Langit biru dan awan putih
Menujukkan suasana hatiku
Tanpa disadari
Diriku tersenyum melihatmu

Beginikah rasanya
Menemukan yang selama ini dicari
Dan bertemu dengan yang selama ini dirindu?